Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ADDIE Model
*Pengembangan Bahan Ajar*
Bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Yang
dimaksud dengan sumber belajar ialah asal yang mendukung
terjadinya belajar, termasuk sistem pelayanan, bahan pembelajaran dan lingkungan. Seels and Richey (1994) Bahan ajar
disusun berdasarkan tujuan pembelajaran khusus, karakteristik peserta didik dan strategi pembelajaran untuk setiap tujuan
pembelajaran. Bahan Ajar merupakan komponen yang saling
terkait erat dengan isi setiap mata pelajaran dan harus relevan
dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan
strategi pembelajaran. Suparman (2012)
Bahan ajar berisi informasi baik cetak maupun (elektronik) yang digunakan oleh peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini mencakup materi-materi
ajar untuk tujuan umum pembelajaran (penyampaian standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang sudah ditetapkan) dan
beberapa materi tambahan sebagai pengayaan maupun untuk
remidial. Dick and L (1985) Bahan ajar adalah apa saja yang
digunakan guru untuk diberikan kepada siswa agar dapat mencapai kompetensi atau kemampuan tertentu. Untuk mencapi
pemerolehan belajar diperlukan isi yang biasanya berbentuk
rekaman pengetahuan yang tertulis di buku teks, referensi, atau
bahan-bahan lain yang relevan dengan kebutuhan siswa. Kasihani (2007)
Pannen dan Purwanto Purwanto (1997) mendifinisikan
bahan ajar adalah bahan-bahan atau materi pembelajaran
yang disusun secara sitematis yang digunakan guru dan
murid dalam proses pembelajaran. Lebih lanjut, Dirjen Dikdasmen Dikdasmaen (2003) menjelaskan bahwa bahan ajar
atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis
besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis
materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep,
prinsip, prosedur).
Dalam website Dikmenjur dikemukakan pengertian
“bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis,
menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar
memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi
atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan
terpadu”. Dikdasmen (2008)
Dalam Permendiknas No 41 Tahun 2007 dinyatakan
“materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang
relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan
rumusan indikator pencapaian kompetensi”. Dirjen Dikdasmen Dikdasmen (2008) mendefinisikan bahan ajar sebagai
seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga
tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk
belajar. Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain;
petunjuk belajar (petunjuk siswa/guru), kompetensi yang akan dicapai, content atau isi materi pembelajaran, informasi pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK), evaluasi, respon atau balikan terhadap hasil evaluasi.
Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar adalah segala hal yang digunakan oleh para guru dan siswa untuk kebutuhan proses pembelajaran baik yang berasal dari produk teknologi cetak, audiovisual, berbasis
komputer maupun teknologi terpadu.
Pengembangan bahan ajar sebagai model pengembangan merupakan dasar untuk mengembangkan produk yang akan dihasilkan. Model pengembangan dapat berupa model prosedural, model konseptual dan model teoritik. Model prosedural adalah model yang bersifat diskriptif, menunjukkan
langkah-langkah yang harus diiukuti untuk menghasilkan produk. Mustaji and Sugiarso (2005)
Pengembangan materi bahan ajar sangat bergantung pada model silabus/ kurikulum yang berlaku pada saat itu. Huda
(1999) Sebagaimana berlaku sekarang bahwa dengan mengandalkan pembelajaran kontekstual, maka pengembangan bahan
ajar harus mampu merespon standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi tujuan akhir pendidikan dalam kurikulum tersebut.
Dari beberapa penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa dalam pengembangan bahan ajar yang berbasis pada teknologi cetak, perlu diarahkan kepada prinsip pokok di dalam kawasan pengembangan seperti yang diungkapkan oleh Seels & Richey Seels and Richey (1994) yaitu, keterkaitan yang kompleks antara teknologi dan teori yang mendorong baik desain pesan maupun strategi pembelajaran, sehingga bahan ajar yang dikembangkan tidak keluar dari konteks isi, strategi pembelajaran yang didorong oleh teori serta manivestasi fisik dari teknologi yang digunakan.
*Penerapan ADDIE Model*
Dalam mengembangkan bahan ajar dibutuhkan model pengembangannya guna memasikan hasilnya. Penggunaan model pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan dengan teori akan menjamin kualitas bahan ajar. Model model tersebut antara lain; model ADDIE, ASSURE, Hannafin and Peck,
Gagne and Brigs, serta Dick and Carey. Dari model tersebut tentu memiliki karakteristik masing-masing yang perlu lebih dalam lagi dipahami.
Model intruksional ADDIE merupakan proses instruksional yang sudah umum digunakan baik secara tradisional oleh pengembang diklat. Ada lima frase, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi yang mempresentasikan panduan perangkat pengembangan pelatihan dan kinerja yang dinamis. Bila digambarkan adalah sebagai berikut:
Model ADDIE menggunakan pendekatan sistem. Esensi dari pendekatan sistem adalah membagi proses perencanaan pembelajaran ke beberapa langkah, untuk mengatur langkah-langkah ke dalam urutan-urutan logis, kemudian menggunakan output dari setiap langkah sebagai input pada langkah berikutnya.
Model ADDIE kemudian dijelaskan lebih rinci melalui format tabel yang menunjukkan tahapan-tahapan dalam pengembangan Model ADDIE, yaitu:
1. Analisis
Dalam tahapan ini, kegiatan utama adalah menganalisis perlunya pengembangan bahan ajar dalam tujuan pembelajaran,
beberapa analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Analisis kinerja
Dalam tahapan ini, mulai dimunculkan masalah dasar yang
dihadapi dalam pembelajaran
b. Analisis siswa
Analisis siswa merupakan telaah karakteristik siswa
berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan perkembangannya. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa yang beragam. Hasil analisis siswa berkenaan dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dapat dijadikan
gambaran dalam mengembangkan bahan ajar dalam pembelajaran. Beberapa poin yang perlu didapatkan dalam tahapan
ini diantaranya:
• Karakteristik siswa berkenaan dengan pembelajaran
• Pengetahuan dan ketrampilan yang telah dimiliki siswa
berkenaan dengan pembelajaran
• Kemampuan berpikir atau kompetensi yang perlu dimiliki
siswa dalam pembelajaran
• Bentuk pengembangan bahan ajar yang diperlukan siswa
agar dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan kompetensi yang dimiliki
c. Analisis fakta, konsep, prinsip dan prosedur materi
pembelajaran
Analisis materi berkenaan dengan fakta, konsep, prinsip dan
prosedur merupakan bentuk identifikasi terhadap materi agar
relevan dengan pengembangan bahan ajar dalam pembelajaran. Dalam tahap ini, analisis dilakukan dengan metode
studi pustaka. Tujuan dari analisis fakta, konsep, prinsip dan
prosedur materi pembelajaran adalah untuk mengidentifikasi
bagian-bagian utama materi yang akan diajarkan dan disusun
secara sistematik. Analisis ini dapat dijadikan dasar untuk
menyusuk rumusan tujuan pembelajaran.
d. Analisis tujuan pembelajaran
Analisis tujuan pembejaran merupakan langkah yang diperlukan untuk menentukan kemampuan atau kompetensi yang
perlu dimiliki oleh siswa. Pada tahap ini, ada berapa poin yang
perlu didapatkan diantaranya:
• Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan
• Ketercapaian tujuan pembelajaran
Dengan demikian, tahapan ini dapat dijadikan acuan untuk
mengembangkan bahan ajar dalam pembelajaran.
2. Desain
Tahapan desain meliputi beberapa perencanaan pengembangan bahan ajar diantaranya meliputi beberapa kegiatan sebagai
berikut:
• Penyusunan bahan ajar dalam pembelajaran kontektual dengan mengkaji kompetensi inti dan kompetensi dasar untuk
menentukan materi pembelajaran berdasarkan fakta, konsep, prinsip dan prosedur, alokasi waktu pembelajaran,
indikator dan instrumen penilaian siswa.
• Merancang skenario pembelajaran atau kegiatan belajar
mengajar dengan pendekatan pembelajaran
• Pemilihan kompetensi bahan ajar
• Perencanaan awal perangkat pembelajaran yang didasarkan
pada kompetensi mata pelajaran.
• Merancang materi pembelajaran dan alat evaluasi belajar
dengan pendekatan pembelajaran.
3. Pengembangan
Dalam melakukan langkah pengembangan bahan ajar, ada dua
tujuan penting yang perlu dicapai. Antara lain adalah :
1. Memproduksi atau merevisi bahan ajar yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah
dirumuskan.
2. Memilih bahan ajar terbaik yang akan digunakan untuk
mencapai tujuan pembelajaran.
Beberapa poin yang perlu didapatkan dalam tahapan ini
diantaranya :
1. Bentuk bahan ajar yang perlu dibuat dalam mencapai tujuan
pembelajaran.
2. Bentuk bahan ajar yang perlu dibuat dan dimodifikasi
sehingga dapat memenuhi tujuan pembelajaran.
4. Implementasi
Pada tahapan implementasi dalam penelitian ini merupakan
tahapan untuk mengimplementasikan rancangan bahan ajar
yang telah dikembangkan pada situasi yang nyata dikelas.
Selama implementasi, rancangan bahan ajar yang telah dikembangkan diterapkan pada kondisi yang sebenarnya. Materi
bahan ajar yang telah dikembangkan disampaikan sesuai dengan pembelajaran. Seteleh diterapkan dalam bentuk kegiatan
pembelajaran kemudian dilakukan evalusai awal untuk memberikan umpan balik pada penerapan pengembangan bahan
ajar berikutnya. Tujuan utama dalam langkah implemtasi
antara lain:
1. Membimbing siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2. Menjamin terjadinya pemecahan masalah untuk mengatasi
persoalan yang sebelumnya dihadapi oleh siswa dalam
proses pembejaran.
3. Memastikan bahwa pada akhir pembelajaran, kemampuan
siswa meningkat.
5. Evaluasi
Evaluasi merupakan langkah terakhir dari model desain
sistem pembelajaran ADDIE untuk memberikan nilai terhadap pengembangan bahan ajar dalam pembelajaran. Evalusi
dilakukan dalam dua bentuk yaitu evalusi formatif dan evaluasi
sumatif. Evaluasi formatif dilaksanakan pada setiap akhir tatap
muka (mingguan) sedangkan evalusi sumatif dilakukan setelah kegiatan berakhir secara keseluruhan (semester). Evalusi
sumatif mengukur kompetensi akhir atau tujuan pembejaran
yang ingin dicapai. Hasil evalusi digunakan untuk memberikan umpan balik terhadap pengembangan bahan ajar.
Kemudian revisi dibuat sesuai dengan hasil evalusi atau kebutuhan yang belum dapat dipenuhi oleh tujuan pengembangan
bahan ajar.
KESIMPULAN
Peran teknologi pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran bermutu yang mengarah kepada pemecahan persoalan
belajar siswa dapat didesain dengan menggunakan sumber
belajar diantarnya bahan ajar. Pengembangan bahan ajar perlu
merujuk pada model pengembangannya guna memastikan
kualitas bahan ajar dalam menunjang efektifitas pembelajaran.
Salah satu desain pengembangan bahan ajar yang sering
digunakan adalah ADDIE Model melalui 5 tahapan; Analysis,
Design, Development, Implementation dan Evaluation. Dalam
perkembangan lebih lanjut pengembangan ADDIE Model
sering digunakan dalam pengembangan bahan ajar seperti
modul, LKS dan buku ajar.
Komentar
Posting Komentar